find us
on


Selasa, 21 Oktober 2014 |  WIB
Halaman Depan | Peta Situs | Login | RSS Feed  
 

Enam Unit Ro-Ro Tambahan untuk Urai Kemacetan Merak (mediaindonesia.com)
Kamis, 03 Maret 2011 | 09:30 WIB

JAKARTA--MICOM: PT ASDP Indonesia  Ferry (ASDP) akan menambah enam unit kapal ferry jenis ro-ro, dua di antaranya kapal baru dan empat lainnya kapal bekas.

"ASDP secepatnya harus menambah jumlah kapal. Selain untuk peningkatan kapasitas operasional, juga untuk mengatasi tersendatnya penyeberangan di Pelabuhan Merak-Bakauheni," kata Deputi Menteri BUMN Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik, Sumaryanto Widayatin, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (1/3).

Menurutnya, pengadaan empat unit kapal bekas direalisasikan pada tahun ini juga, di mana dua di antaranya akan tiba pada Juli 2011. Sementara itu, dua unit kapal baru akan masuk pada tahun 2012.     

Meski begitu, ia tidak merinci nilai investasi yang akan dibelanjakan ASDP. Ia hanya menjelaskan, bahwa penambahan kapal ini merupakan keputusan bersifat jangka panjang dan secara cepat mengatasi stagnasi di pelabuhan.

Diketahui dalam sebulan terakhir, antrian truk di pelabuhan Merak mengular, selain karena kurangnya jumlah kapal juga dipicu tingginya arus gelombang laut sehingga dibutuhkan kapal memiliki kemampuan maksimal mengarungi selat Sunda tersebut. Akibatnya ribuan truk yang akan melintas Merak menuju Bakahueni Lampung tersendat tidak hanya di kawasan pelabuhan namun sudah pada ruas tol Merak Banten.

Masalah  tersendatnya penyeberangan Merak-Bakauheni yang mempengaruhi arus barang dan jasa ke Sumatera dan Jawa itu,  sorotan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kepala Negara menginstruksikan kementerian terkait, Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN agar mengoptimalkan pengoperasian ASDP dan PT Pelni agar arus penyeberangan lancar.

Menurut Sumaryanto, ASDP sesungguhnya  sudah mengantisipasi kurangnya kapal tersebut, dengan cara memaksimalkan pengoperasikan kapal-kapal yang memiliki daya angkut besar seperti Kapal Motor Penumpang (KMP) Tribuana, BSP III, Nusa Bahagia dan Nusa Jaya di dermaga III, IV dan V.

Saat ini, jumlah kapal yang beroperasi di Pelabuhan Merak hanya 16 kapal, dan sebanyak 7  kapal tidak beroperasi karena dalam perawatan. Hampir seluruh kapal yang ada tersebut merupakan kapal berusia tua.

Ia mengakui sudah meninjau langsung ke lokasi dan melihat bagaimana kapal yang ada tidak mampu lagi mengurai antrian truk hingga dua hari baru bisa diseberangkan.

Untuk solusi jangka pendek adalah mendatangkan bantuan kapal Pelni dan AL, sedangkan solusi jangka panjang dengan menambah jumlah kapal. "Solusi jangka pendek, datangkan seadanya kapal BRR Feri yang digunakan selama dua minggu, dan Ganda Dewata. Penambahan dermaga juga dapat memaksimalkan arus penyeberangan," ujarnya.

Menurut catatan, saat kondisi normal kendaraan roda empat yang menyebrang Merak-Bakauheni mencapai 1.800 unit, dan sekitar 1.000 unit motor, dengan arus pergerakan 62-65 trip  per hari. (Ant/OL-2)

Bagikan di :