PELNI Apungkan KM. Sanus 39 Dari Daratan ke Laut

Jumat, 05 April 2019

Jakarta, 07 Januari 2019 –  Bencana alam gempa bumi dan tusnami yang melanda  Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah yang terjadi pada 28 September 2018, masih menyisakan kisah heroik para ABK  KM. Sabuk Nusantara (Sanus) 39, kapal perintis negara yang dioperasikan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) – PELNI saat tsunami menerjang Palu, kapal terbawa air dan  terdampar di daratan di sela-sela bangunan kantor syahbandar dan rumah penduduk.

KM. Sanus 39  semula  dioperasikan di daerah Natuna, Provinsi Kepulauan Riau dengan  trayek Kijang-Letung-Tarempa-Natuna-Serasan-Medai-Pontianak dioperasikan PELNI. Sesuai penugasan dari Kemenhub kapal tersebut akan diserahterimakan kepada pengelola baru untuk melayani rute Sulawesi. Sedangkan Provinsi Kepulauan Riau mendapatkan  kapal baru KM. Sanus 80 kapal yang lebih bsar dengan kapasitas angkut hingga 450 orang.

Dalam perjalanan serah terima kapal yang direncanakan akan  dilakukan di Pelabuhan Wani Sulawesi Tengah, terjadi musibah tsunami di Palu dan Donggala, sehingga kapal  dengan 24 ABK yang semula mengapung di laut dalam waktu sekejap terhempas ke daratan,  sehingga kapal tidak dapat melayani masyarakat.

Tiga setengah bulan KM. Sanus 39 parkir di darat, Kemeterian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sebagai pemilik kapal  dan PT PELNI (Persero) sebagai operator telah melakukan observasi untuk mengapungkan kembali KM.Sanus 39 ke laut pada tanggal 7 Januari 2019 petang.

Direktur Armada PT PELNI (Persero) M. Tukul Harsono akan memimpin pengapungan KM. Sanus 39 dari daratan ke laut. “Setelah 3,5 bulan di daratan, PELNI dan Kemenhub akan mengapungkan kembali Sanus 39 ke laut. Rencana tersebut akan dilaksanakan Senin (7/1-2019), persiapan untuk pengapungan sudah dimulai,” terang M. Tukul Harsono.

M. Tukul Harsono melanjutkan, untuk mengapungkan kembali dari darat ke laut diperlukan kesiapan peralatan dan personil. Untuk menarik kapal dari darat ke laut akan dilakukan dengan Salvage untuk Re Launching dan Re Floating KM. Sanus 39. Re Launching adalah proses pengangkatan kapal dan floating adalah proses pengapunganya. “Jadi kapal akan diangkat dan didorong ke laut,” terang Tukul Harsono.

Untuk pelaksanaanya sendiri akan dilakukan sore hari, sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Pemilihan sore hari untuk menyesuaikan kondisi perairan, menunggu waktu pasang yang biasanya malam hari “Jam 16.00 kami persiapan di darat. Mudah-mudahan semua lancar dan saat air pasang kapal sudah bisa di laut,” tambah Tukul Harsono.

Share this article:


Baca Juga

Jadwal & Reservasi Kapal Penumpang

Info Jadwal & Reservasi

Berdasarkan Asal-Tujuan?
Klik di sini

Ini Kantor Kami!