Wujudkan Lingkungan Bersih PELNI Bangun Pengolah Sampah di Batu Licin

Jumat, 05 April 2019

Batu Licin, 07 Februari 2019 –  Dalam rangka menciptakan lingkungan bersih dan teratur PT PELNI (Persero) bekerjasama dengan Genarasi Muda Cendekia (GMC) membangun pusat pengelolaan dan pengolahan sampah di Batu Licin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Pengolahan sampah ini diberi nama “Kampung PELNI Barokah”, suatu Rumah Kelola Sampah PELNI yang dikerjakan secara gotong royong oleh  kelompok masyarakat. Peresmian dilakukan oleh Direktur Utama PT PELNI (Persero)  Insan Purwarisya L. Tobing  bersama Sekda Kabupaten Tanah Bumbu, mewakili Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan Kamis (7/2-2019).

Direktur Utama PT PELNI (Persero) Insan Purwarisya L. Tobing  dalam sambutanya mengatakan, kehadiran Rumah Kelola Sampah PELNI sangat diperlukan untuk mengolah sampah dari masyarakat dan juga dari kapal PELNI yang singgah di Batu Licin. Hal ini sangat mendukung program perbaikan lingkungan untuk menciptakan lingkungan bersih sekaligus permbedayaan masyarakat. “PELNI dapat ikut berperan serta dalam memperbaki lingkungan sekaligus memberdayakan warga”, terang Insan Purwarisya L. Tobing.

PELNI  sebagai BUMN Transportasi laut milik negara yang melayari perairan nusantara dari Sabang hingga Merauke, Mingas hingga Pulau Rote, berlayar sejak 1952, sejak  67 tahun silam. “PELNI telah dan  akan terus melayani masayarat  ke berbagai pulau, termasuk ke Batu Licin, kota tempat bapak/ibu tinggal untuk membawa manfaat bagi masyarakat Indonesia”, terang Insan Purwarisya.

Sebagai perusahaan negara,  lanjutnya, PELNI sangat peduli dengan lingkungan di laut, terutama masalah sampah. Selain itu PELNI juga peduli untuk  menjaga ekosistem bawah laut di perairan nusantara. PELNI bersyukur karena melalui kemitraan dengan GMC dapat bekerjasama untuk mengolah barang tak berguna yang sudah menjadi  limbah dapat dikelola dan diolah menjadi pupuk, berbagai hiasan, dan pernak-pernik kerajinan yang bermanfaaat.

PELNI percaya,  melalui “Kampung PELNI Barokah” PELNI dapat  memberikan berkah, kemanfaatan bagi masyarakat baik sebagai sarana transportasi laut maupun kesejahteraan masyarakat. Terlebih para pengurus GMC merupakan generasi muda cendekia, sehingga semangat generasi muda dalam inovasi pengelolaan sampah patut diapresiasi oleh  PELNI.

Kepeloporan GMC dalam mengajak masyarakat untuk mengelola sampah dengan mendirikan “Rumah Sampah PELNI Barokah” sangat sejalan dengan program bina lingkungan PELNI untuk memerangi sampah khususnya di laut tempat kapal PELNI berlayar. “Sampah dari kapal dapat diolah langsung di sini dan menjadi barang berguna”.
Kerjasama  PELNI  dalam memperbaiki  lingkungan tidak hanya dengan GMC dan di Batu Licin saja. Sesuai cakupan wilayahnya yang sangat luas, PELNI juga bekerjasama dengan Yayasan Terumbu Rupa dengan membangun koral atau karang buatan di Pulau Sepa, Kepulauan Seribu, Jakarta. Kemudian di Pulau Bangka, Menado, Sulawesi Utara.

Managemen PELNI berkomitmen, seiring membaiknya kinerja perseroan dari tahun ke tahun, PELNI menyisihkan sebagian keuntungannya untuk kegiatan bina lingkungan dan Corporate Social Responsibity (CSR) di berbagai bidang di berbagai tempat.

Hingga akhir 2018, PELNI telah melaukukan kegiatan CSR dibidang pendidikan, dengan meningkatkan kualitas guru Madarasah di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Membuat Taman Bacaan  di Tarempa,  Kepulauan Riau, pembagian 1.500 life jacket kepada 1. 500 pelaku pelayaran rakyat (Pelra)  di 6 daerah terdiri  Makasar, Balikpapan, Manado, Ambon, Surabaya dan Bima,  serta kegiatan lain yang dikemas dalam BUMN Hadir Untuk Negeri. ***

Share this article:


Baca Juga

Jadwal & Reservasi Kapal Penumpang

Info Jadwal & Reservasi

Berdasarkan Asal-Tujuan?
Klik di sini

Ini Kantor Kami!