Selain Bebaskan Bea Bagasi 50 Kg PELNI Juga Punya Produk Redpack

Senin, 08 April 2019

Jakarta, 2 Maret 2019 –  Terkait pemberitaan di beberapa media lokal di beberapa daerah tentang bagasi berbayar,  PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) - PELNI perlu meluruskan informasi tersebut. Ketentuan bebas bagasi kepada penumpang di PELNI diberlakukan sejak 15 Januari 2016, jauh sebelum dunia penerbangan menerapkan bagasi berbayar, jadi tidak benar PELNI ikut-ikutan Maskapai penerbangan dan menerapkan bagasi berbayar.

PELNI membebaskan bea bagasi atau free untuk  barang bawaan penumpang hingga 50 kg per penumpang ke seluruh rute pelayaran. Sebagai BUMN transportasi laut dengan pelanggan seluruh lapisan masyarakat ke seluruh nusantara, PELNI berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Plh. Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI (Persero) Yahya Kuncoro  mengatakan, sesuai  peraturan perusahaan tentang bagasi penumpang  kapal PELNI,  yang disebut dengan bagasi bebas atau Cuma-Cuma  adalah barang bawaan penumpang yang dibebaskan dari biaya, berupa  barang jinjingan, dapat  diangkat dengan 1 tangan oleh penumpang bertiket dan tidak membutuhkan bantuan orang lain, tidak boleh diseret atau dipikul saat embarkasi atau naik ke kapal.

Volume bagasi bebas bea dengan ukuran  maksimal  0,175 m3 (meter cubic) x 30cm x  30cm atau setara satu koper/koli dengan  berat maksimal  50 kg. Setiap barang bawaan yang melebihi ketentuan bagasi bebas sebagaimana ketentuan di atas disebut sebagai over bagasi dan dikenakan tarif over bagasi. “Bila bagasi melebihi 50 kg atau setara dengan 0,3 m3 (meter cubic) atau ukuran 2 koli/koper akan dikenakan tarif over bagasi”, terang Yahya Kuncoro.

PELNI sangat toleran dalam menerapkan ketentuan  bagasi bagi  penumpang   karena beratnya hingga 50 kg. Ketentuan ini hendaknya dapat dipatuhi para penumpang kapal PELNI agar ketertiban, keamananan dan kelancaran penerapan barang bagasi dapat berjalan sesuai ketentuan agar  dapat mendukung keselamatan pelayaran.

Ketentuan free bagasi  hingga 50 kg, masih kerap dilanggar, baik berat  maupun volume bagasi. Untuk menegakkan aturan dan menjamin keselamatan pelayaran PELNI memberlakukan ketentuan over bagasi atau  tarif kelebihan bagasi bagi penumpang yang membawa bagasi melebihi ketentuan. “Bagi yang membawa bagasi melebihi berat atau volume,  PELNI menerapkan tarif over bagasi, tujuanya agar tertib, aman dan selamat,” tegas Yahya Kuncoro.

Beda Bagasi Dengan Redpack

Pada pemberitaan di beberapa media di daerah juga terjadi kerancuan antara barang bagasi  penumpang dengan Redpack (Responsibilty and Excellent Delivery). Bagasi dan Redpack berbeda. Barang bagasi adalah barang jinjingan yang dibawa penumpang. Saat ini barang bagasi penumpang menyatu dengan penumpang di mana dia mendapatkan seat atau bed. Sedangkan Redpack merupakan kiriman atau paket yang diselenggarakan PELNI di luar bagasi.

Barang bagasi selalu bersama penumpang, sedangkan Redpack tidak bersamaan dengan penumpang. Redpack  melayani door to door service di mana pengirim barang meminta diambil dan dapat pula diantar hingga ke alamat penerima. Redpack merupakan produk inovasi  PELNI yang diluncurkan pada 15 Agustus 2018  dengan kemasan kantong standar pelayanan, saat ini warna kantongnya merah. Hal ini untuk memberikan perbedaan dengan paket kiriman perusahaan lain. ***

Share this article:


Baca Juga

Jadwal & Reservasi Kapal Penumpang

Info Jadwal & Reservasi

Berdasarkan Asal-Tujuan?
Klik di sini

Ini Kantor Kami!