TATA KELOLA PERUSAHAAN PT PELNI (PERSERO)

Jumat, 16 Juni 2017

Perseroan menerapkan struktur dan mekanisme GCG dengan tujuan untuk menjalankan suatu proses dan struktur untuk mencapai target kinerja serta mewujudkan akuntabilitas Perseroan guna menghasilkan nilai tambah bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholders lainnya.

Penerapan Praktik Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance atau GCG) di PELNI merujuk pada sejumlah peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, antara lain Undang-Undangan No. 40 tahun 2007 mengenai Perseroan Terbatas dan Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor: Kep-117/M-MBU/2002 tanggal 31 Juli 2002 tentang Penerapan Praktek Good Corporate Governance pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Komitmen Terhadap Penerapan GCG

Perseroan menempatkan GCG sebagai landasan penting untuk menciptakan pertumbuhan secara berkelanjutan dengan penguatan struktur dan mekanisme pengelolaan secara internal yang didukung oleh kepatuhan eksternal terhadap seluruh perangkat peraturan perundang-undangan. Komitmen pelaksanaan GCG di Perseroan diwujudkan dalam rangkaian pedoman terkait pelaksanaan GCG dan penandatanganan Pakta Integritas GCG oleh Dewan Komisaris dan Direksi, sebagai berikut:

  1. Pedoman GCG PT PELNI (Persero)
  2. Pedoman Perilaku (Code of Conduct) PT PELNI (Persero)
  3. Pedoman Tata Laksana Kerja (Board Manual) Direksi & Dewan Komisaris PT PELNI (Persero)
  4. Pedoman Benturan Kepentingan (Conflict of Interest) PT PELNI (Persero)
  5. Pakta Integritas PT PELNI (Persero)
  6. Pedoman Penanganan Gratifikasi PT PELNI (Persero)
  7. Pedoman Whistleblowing Sytem (WBS)PT PELNI (Persero)
  8. Pedoman dan Sistem Manajemen risiko PT PELNI (Persero)
  9. Tata Kelola Teknologi Informasi & Komunkasi
  10. Laporan Tahunan (Annual Report) PT PELNI (Persero)

Roadmap GCG

Perseroan telah memiliki Roadmap GCG yang didasarkan pada Roadmap GCG yang disusun oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG). Mengacu pada Roadmap GCG tersebut, sasaran akhir Roadmap GCG PT PELNI (Persero) adalah terwujudnya Perusahaan sebagai good corporate citizen sehingga PT PELNI (Persero) dapat tumbuh berkelanjutan. Roadmap GCG PELNI digambarkan sebagai berikut:

Asesmen GCG

Perseroan melaksanakan evaluasi praktik GCG melalui kegiatan Asesmen GCG (GCG Assessment) secara berkala guna mengukur kualitas pelaksanaan GCG pada masing-masing Organ Perseroan. Pada tahun 2016, Asesmen GCG dilakukan oleh BPKP dengan capaian skor 80.785 atau predikat BAIK dengan rincian sebagai berikut:

Struktur Organ GCG Perusahaan

Sejalan dengan Undang-undang Republik Indonesia No.40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Perseroan telah memiliki struktur Governance yang terdiri terdiri dari Organ Utama dan Organ Pendukung Perusahaan. Organ Utama PT PELNI (Persero) terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham, Direksi dan Dewan Komisaris  Adapun Organ Pendukung PT PELNI (Persero) diantaranya Komite Audit, Komite Kebijakan Risiko, Sekretaris Perusahaan, Unit Audit Internal dan Managemen Risiko. Sebagaimana dimaksud dalam Anggaran Dasar Perusahaan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, masing-masing organ mempunyai peran penting dalam penerapan GCG dan menjalankan fungsi, tugas, dan tanggung jawabnya untuk kepentingan Perusahaan.



Info Jadwal & Reservasi

Info Jadwal & Reservasi

Berdasarkan Asal-Tujuan?
Klik di sini

Ini Kantor Kami!