8. PEDOMAN DAN SISTEM MANAJEMEN RISIKO PT PELNI (PERSERO)

Jumat, 16 Juni 2017

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) menyusun Pedoman Manajemen Risiko Perusahaan dengan tujuan untuk memberikan kepastian yang memadai (reasonable assurance) dalam menjalankan misi dan visi Perusahaan dengan berbagai faktor dari eksternal dan ketidakpastian, kemudian untuk mencapai tujuan perusahaan serta menjaga dan meningkatkan nilai dari pemegang saham.

Pedoman Manajemen Risiko diterbitkan dengan Surat Keputusan Direksi No.10.06/2/SK/HKO.01/2016 tanggal 6 Oktober 2016 Tentang Penetapan Pedoman Manajemen Risiko Berbasis ISO 31000 di PT PELNI (Persero).

Ruang lingkup dari Pedoman Manajemen Risiko Perusahaan berlaku untuk semua karyawan dan semua kegiatan yang dilakukan oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) dengan tujuan agar daya saing (competitiveness) dan kelangsungan usaha (going concern) perusahaan dapat selalu terjaga. Hal tersebut dilakukan dengan cara meningkatkan kesadaran risiko diseluruh lapisan organisasi, membangun ketahanan dan melakukan mitigasi risiko serta menjaga risiko yang tersisa (residual risk) pada tingkat yang dapat ditoleransi (tolerable level).

Penerapan Manajemen Risiko di PT PELNI (Persero) berbasis ISO 31000 berdasarkan pertimbangan bahwa karena lebih mudah diukur secara kuantitaif, lebih mudah diaplikasikan secara komperhensif dan dapat terintegrasi kedalam proses pembuatan keputusan strategis maupun keputusan operasional.

Untuk mendapatkan proses manajemen risiko yang efektif, sebuah sistem yang digunakan adalah berdasarkan kerangka kerja manajemen risiko ISO 31000 dan proses penerapan manajemen risiko perlu dibangun dan diterapkan secara konsisten dan menyeluruh.  Kerangka Kerja Manajemen Risiko berbasis ISO 31000 adalah sebagai berikut :

Board of Director memiliki tanggung jawab dalam menentukan arah strategis perusahaan dalam upaya menciptakan dan meningkatkan nilai perusahaan dengan struktur risiko yang terkendali.

Dalam jangka panjang, manajemen risiko dengan pendekatan kesadaran dan budaya risiko jauh lebih efektif dibandingkan pendekatan dengan cara lain. Keberhasilan dalam menjalin komunikasi antara semua unit terkait, kesadaran adanya risiko dan fokus terhadap rencana penanganan risiko menjadi barometer dalam membangun budaya risiko. (Klik di sini untuk unduh dokumen)

Share this article:


Jadwal & Reservasi Kapal Penumpang

Info Jadwal & Reservasi

Berdasarkan Asal-Tujuan?
Klik di sini

Ini Kantor Kami!