slider
PT PELNI (PERSERO)

PRESS RELEASE

18/08/2026

KM Tidar Kirimkan Barang Bantuan TJSL PELNI Group

PT PELNI (Persero) melalui Program Tanggung Jawab dan Sosial memberikan bantuan kemanusiaan bagi korban terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Pelabuhan Makassar, Selasa (18/8) pagi.

Press Release
PT PELNI (Persero)
No: 08.18/82/PR/VIII/2026

KM Tidar Kirimkan Barang Bantuan TJSL PELNI Group

Makassar, 18 Agustus 2026 - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) melalui Program Tanggung Jawab dan Sosial memberikan bantuan kemanusiaan bagi korban terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Pelabuhan Makassar, Selasa (18/8) pagi. Barang bantuan gabungan yang diangkut KM Tidar sejak dari Surabaya akan tiba di Maumere pada Rabu (19/8) malam.

Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PELNI Hana Suhardi mengatakan bahwa bantuan TJSL dari PELNI Group ini merupakan bentuk perhatian Perusahaan untuk para korban gempa NTT yang saat ini bertahan di tenda-tenda pengungsian.

“Melalui bantuan TJSL ini, kami ingin memperlihatkan bahwa armada kapal PELNI tidak hanya sebagai sarana transportasi, tetapi juga alat transportasi yang dapat berperan pada misi kemanusiaanSemoga bantuan yang diberikan oleh TJSL PELNI Group ini dapat sedikit meringankan penderitaan saudara-saudara kita di NTT,” ujar Hana.

Bantuan yang diangkut melalui KM Tidar berasal dari berbagai pihak, antara lain PELNI Group melalui anak usaha PELNI, yaitu PT Sarana Bandar Nasional (SBN) dan PT Pelita Indonesia Djaya (PID), serta dukungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PELNI. Selain itu, bantuan juga berasal dari Pusat Kemanusiaan Sulawesi Selatan Yayasan Muslim Asia.

Bantuan yang diberangkatkan dari Makassar terdiri atas 226 koli dari Pusat Kemanusiaan Sulawesi Selatan Yayasan Muslim Asia, 30 koli dari TJSL PELNI, 13 koli dari SBN, serta 12 koli dari PID. Total bantuan yang dimuat mencapai 281 koli.

Adapun bantuan yang diangkut mencakup berbagai kebutuhan pribadi di antaranya makanan dan air minum dalam kemasan, susu bayi, popok, perlengkapan mandi, kasur, _emergency lamp_, paket perlengkapan sekolah, terpal, serta tenda.

Hana menambahkan bahwa PELNI juga berkoordinasi dengan Pelindo, KSOP, dan pemangku kepentingan setempat untuk membuka posko penerimaan bantuan di sejumlah kantor cabang yang berada di rute pelayaran kapal PELNI. Posko tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk membuka akses yang lebih luas bagi perusahaan, lembaga, maupun komunitas yang ingin turut menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa di NTT.

“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi perusahaan, lembaga maupun komunitas yang ingin menyalurkan bantuan. PELNI siap mendukung dari sisi konektivitas dan distribusi melalui jaringan pelayaran yang kami miliki, sehingga bantuan dapat bergerak dari daerah asal menuju wilayah yang membutuhkan,” tambah Hana.

Untuk di Makassar, posko penerimaan bantuan PELNI berada di area Pelabuhan Makassar dan dibuka dengan berkoordinasi bersama Pelindo dan KSOP setempat. Mekanisme pengiriman bantuan mengikuti jaringan pelayaran kapal PELNI dan pelabuhan yang menjadi tujuan maupun persinggahan kapal.

Bantuan yang diberangkatkan menggunakan KM Tidar dijadwalkan tiba di Pelabuhan Lorens Say, Maumere pada Rabu (19/8). Setibanya di Maumere, proses penyaluran bantuan akan dikoordinasikan dengan pihak terkait agar bantuan dapat diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat NTT yang saat ini sedang melalui masa pemulihan. PELNI akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dan mengoptimalkan peran serta jaringan yang kami miliki untuk mendukung kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak,” tutup Hana.

Melalui dukungan jaringan pelayaran yang menghubungkan berbagai wilayah Indonesia, PELNI terus berkomitmen untuk hadir tidak hanya dalam menjalankan fungsi transportasi laut, tetapi juga mengambil peran dalam mendukung mobilisasi bantuan dan memperkuat konektivitas kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Tentang PELNI

PELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran, saat ini mengoperasikan 84 kapal yang terdiri dari 26 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 18 kapal rede, 9 kapal tol laut, serta 1 kapal ternak yang melayani masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam mendukung operasionalnya, PELNI memiliki 43 kantor cabang yang melayani 357 pelabuhan singgah melalui 1.111 ruas pelayaran, serta didukung oleh 306 terminal point yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Informasi dan pertanyaan hubungi:
Firdha Islamy
Manager Komunikasi Korporasi
PT PELNI (Persero)
Telp. 021-6334342 ext. 1310

Berita Lainnya

09/10/2026

PELNI dan BPH Migas Perkuat Tata Kelola JBT untuk Dukung Konektivitas Nasional

PT PELNI (Persero) bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melaksanakan rapat koordinasi dan evaluasi konsumsi Jenis BBM Tertentu (JBT) PT PELNI (Persero) Semester I Tahun 2026 di Bandung, Jawa Barat pada Kamis (8/10).

23/09/2026

PELNI Kembangkan Ekosistem Bisnis Kelautan dan Wisata Masyarakat Adat di Pulau Kapota

PT PELNI (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) meresmikan pengembangan ekosistem bisnis kelautan dan wisata masyarakat hukum adat di Pulau Kapota, Kec. Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara pada Rabu (23/9).

22/09/2026

Tingkatkan Kewaspadaan, PELNI Lanjutkan Safety Training di Kapal Penumpang

PT PELNI (Persero) bersama Kementerian Perhubungan melaksanakan Workshop Safety Training di atas KM Bukit Raya pada rute Jakarta–Kijang tanggal 16–18 September 2026 dengan tema “Kesiapan Awak Kapal dalam Menghadapi Situasi Darurat”.