Jakarta, 4 Mei 2021 – Sebagai salah satu operator tol laut, PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) mengajak Pemerintah Daerah untuk maksimalkan muatan balik tol laut, dengan memanfaatkan komoditas unggulan pada tiap daerahnya. Perusahaan terus mendukung upaya Pemerintah untuk memperluas pasar komoditi unggulan suatu daerah ke daerah lain melalui muatan balik.
Pjs. Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI Opik Taupik menyampaikan bahwa muatan balik dari wilayah timur menunjukkan peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Kami sangat mengapresiasi kepada Pemda yang sudah mulai memanfaatkan muatan balik produksi daerah. Kita buka selebar-lebarnya pintu bagi UMKM daerah untuk memperluas pangsa pasar komoditas unggulan mereka,” tuturnya.
Hingga April 2021, PT PELNI telah mengangkut muatan balik pada kapal tol laut sebanyak 1.282 Teus. Trayek T-15 yang melayani rute Tg. Perak – Makassar – Jailolo – Morotai – Tg. Perak dengan KM Logistik Nusantara 3, menjadi penyumbang muatan balik tertinggi yakni sebanyak 323 Teus.
“Muatannya berupa kayu kelapa, kopra, batang kayu dan hasil laut. Selain itu, untuk pertama kalinya dari Jailolo juga mengangkut muatan balik VCO (Virgin Coconut Oil) sebanyak satu kontainer pada voyage empat,” terang Opik.
Opik menambahkan, tercatat Januari hingga April 2021 PT PELNI telah mengangkut sebanyak 2.289 TEus muatan berangkat, hal ini mengalami peningkatan sebanyak 1.037 TEus atau naik sebanyak 82,8% dari total 1.252 TEus jika dibandingkan di tahun 2020 pada periode yang sama.
“Perusahaan akan terus mendukung program tol laut dan berkomitmen untuk melayani masyarakat khususnya wilayah 3TP ini. Kami terus mendorong Pemda untuk memperluas pangsa pasar hasil komoditas unggulan mereka untuk didistribusikan ke penjuru Nusantara,” tambah Opik.
Sebagai informasi, tahun 2021 ini PT PELNI mengoperasikan sembilan trayek penugasan tol laut, yaitu:
1.H-1 (KM Logistik Nusantara 1) : Tg. Perak – Makassar – Tahuna – Tg. Perak
2.T-3 (KM Logistik Nusantara 4) : Tg. Priok – Kijang – Tarempa – Pulau Laut – Natuna – Subi – Serasan – Midai – Tg. Priok
3.T-5 (KM Kendhaga Nusantara 1) : Bitung – Tahuna – Tagulandang – Lirung – Miangas – Marore – Bitung
4.T-10 (KM Logistik Nusantara 5) : Tg. Perak – Tidore – Morotai – Galela – Buli – Maba – Weda – Tg. Perak
5.T-13 (KM Kendhaga Nusantara 11) : Kupang – Rote – Sabu – Waingapu – Kupang
6.T-14 (KM Kendhaga Nusantara 7) : Maumere – Larantuka – Lewoleba – Kalabahi - Maumere
7.T-15 (KM Logistik Nusantara 3) : Tg. Perak – Makassar – Jailolo – Morotai – Tg. Perak
8.T-19 (KM Logistik Nusantara 2) : Merauke – Kokas – Sorong – Korido – Depapre– Sorong – Merauke
9.T-18 (KM Kendhaga Nusantara 8) : Tg. Perak – Badas – Bima – Tg. Perak
PELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak pada bidang transportasi laut hingga saat ini telah mengoperasikan sebanyak 26 kapal penumpang dan menyinggahi 76 pelabuhan serta melayani 1.058 ruas.
Selain angkutan penumpang, PELNI juga melayani 45 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di daerah 3TP di mana kapal perintis menyinggahi 285 pelabuhan dengan 3.811 ruas. PELNI juga mengoperasikan sebanyak 16 kapal Rede. Sedangkan pada pelayanan bisnis logistik, kini PELNI mengoperasikan 9 trayek tol laut serta 1 trayek khusus untuk angkutan ternak.
13/02/2026
PT PELNI (Persero) resmi membuka pendaftaran program Mudik Gratis Bersama BUMN 2026 mulai hari ini, Jumat (13/2).
11/02/2026
PT PELNI (Persero) kembali mendapatkan penugasan untuk menyukseskan diskon transportasi sebagai bagian dari program stimulus ekonomi menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H / Lebaran 2026.
27/01/2026
PT PELNI (Persero) mengimplementasikan Sistem Komunikasi Kapal (SisKomKap) berbasis satelit Low Earth Orbit (LEO) sebagai bagian dari transformasi digital di seluruh armada kapal penumpang.