slider
EVENT

PT PELNI (Persero)

  • Beranda
  • Event
  • Gelar Talkshow Nasional, PELNI Ungkap Tantangan dan Peluang Transportasi Laut di Indonesia
01/08/2024

Gelar Talkshow Nasional, PELNI Ungkap Tantangan dan Peluang Transportasi Laut di Indonesia

PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) menggelar talkshow nasional bertajuk "Peluang dan Tantangan PELNI: Menjawab antara Kebutuhan dan Keinginan Pelanggan di Era Media Sosial".

Jakarta, 1 Agustus 2024 -- PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) menggelar talkshow nasional bertajuk "Peluang dan Tantangan PELNI: Menjawab antara Kebutuhan dan Keinginan Pelanggan di Era Media Sosial". Acara yang dihadiri oleh Menteri Perhubungan RI ini dihelat di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (1/8).

Untuk memperdalam tema bahasan tersebut, sejumlah tokoh yang dihadirkan sebagai narasumber antara lain Direktur Jenderal Perhubungan Laut RI Capt. Antoni Arif Priadi, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Mohamad Hekal, Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Djoko Setijowarno, dan tentu saja Direktur Utama PELNI Tri Andayani. Acara yang berlangsung selama kurang lebih selama 150 menit ini dipandu oleh jurnalis sekaligus pembaca berita CNN Indonesia TV Rivana Pratiwi.

Saat memberikan materi, Tri Andayani atau akrab disapa Anda, Direktur Utama PELNI mengungkapkan sejumlah tantangan utama yang dihadapi PELNI. Jumlah penumpang yang tinggi di masa liburan seperti lebaran, natal dan tahun baru memunculkan kebijakan penumpang nonseat sehingga kapasitas kapal yang berlebih mengesampingkan kenyamanan penumpang.

"Sudah sejak 2008 atau 16 tahun lalu, jumlah kapal PELNI tidak bertambah, berhenti di 26 kapal penumpang. Ini membuat kami mau tidak mau sesuai tuntutan di lapangan untuk mengangkut di atas kapasitas terpasang, tentu setelah mendapatkan ijin dari regulator," ujar Anda.

Tantangan lain adalah armada kapal PELNI yang semakin tua. Saat talkshow digelar, dua kapal PELNI yang telah berusia 39 tahun yaitu KM Umsini dan KM Kelimutu, serta KM Lawit yang berusia 38 tahun. Ketiganya akan digantikan dengan tiga kapal baru yang akan dibelanjakan menggunakan dana PMN Tahun 2024.

"Alhamdulillah dengan dukungan Pemerintah dan DPR, PELNI memperoleh dana PMN sebesar Rp 1,5 Triliun untuk uang muka pembelian tiga unit kapal baru. Meski begitu, kedatangan tiga kapal baru sebagai pengganti, tidak membuat armada kapal PELNI bertambah, tetap 26 unit kapal penumpang, karena tiga kapal tua tadi tidak akan lagi digunakan," tambah Anda.

Anda juga menambahkan, bahwa di era media sosial saat ini, arus informasi seperti keluhan, laporan dan kritikan dapat dengan mudah diperoleh melalui media sosial. PELNI sendiri telah menyediakan saluran resmi, Contact Center PELNI 162, untuk mendengarkan dan menindaklanjuti laporan dan keluhan pelanggan kapal PELNI.

"Di era media sosial sekarang, masyarakat dengan mudah menyebarluaskan informasi atas pelayanan dan fasilitas yang mereka rasakan selama pelayaran. Untuk itu kami harus cepat tanggap merespon keluhan yang masuk untuk memastikan kami dapat memberikan pelayanan yang prima," tegas Anda. 

Dari sisi regulator, Dirjen Hubla Capt. Antoni menyampaikan sejumlah poin seperti visi pemerintahan presiden dan wakil presiden terpilih 2024-2029 dengan Program Asta Cita; isu strategis transportasi Indonesia 2025-2029; dan arah kebijakan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub pada 2025-2029.

Selain ditanggapi oleh perwakilan anggota DPR dan Masyarakat Transportasi Indonesia, ikut hadir beberapa panelis dari Indonesia timur, antara lain anggota DPRD Provinsi Maluku Anos Yeremias, pengamat transportasi dari Universitas Pattimura Ambon Prof. Marcus Tukan, dan jurnalis Harian KOMPAS untuk wilayah Nusa Tenggara Frans Patti Herin.

Selain dihadiri oleh rekan-rekan jurnalis nasional secara langsung, puluhan wartawan di berbagai daerah juga ikut hadir secara online bersama dengan berbagai pemangku kepentingan PELNI di pelabuhan. Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah sekolah/akademi pelayaran di Indonesia. Rektor ITL Trisakti Jakarta Dr. Yuliatini termasuk yang hadir langsung bersama mahasiswanya.

Sekretaris Perusahaan PELNI Evan Eryanto berharap kegiatan talkshow ini dapat memberikan informasi yang menyeluruh kepada pemangku kepentingan di Jakarta maupun seluruh wilayah operasional kapal PELNI atas kinerja dan transformasi yang sudah dilakukan oleh Perusahaan.

"Kami selalu mendengarkan kebutuhan dan keinginan pelanggan kami. Dengan semua keterbatasan yang ada, kami terus melakukan perbaikan fasilitas dan layanan demi memberikan pelayanan dan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan kami," ujar Evan. 

Sementara itu, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi yang hadir menutup acara, mengatakan bahwa regulator dan legislatif akan terus mendukung PELNI untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. "Saya memberikan apresiasi di 72 Tahun PELNI yang telah membangun konektivitas, khususnya di Indonesia bagian timur, yang menjadi indikator pemerintah hadir. Teruslah berinovasi dan berkarya, agar PELNI semakin jaya," ujar Budi Karya. 

Tayangan Talkshow  "Peluang dan Tantangan PELNI: Menjawab antara Kebutuhan dan Keinginan Pelanggan di Era Media Sosial" yang digelar di Hotel Mulia, Jakarta, dapat disaksikan dikanal Youtube Pelni162 yang dapat dilihat DISINI (KLIK) [] *DIT

 

Berita Lainnya

16/10/2025

Sinergi Keselamatan Laut: PELNI Hadir sebagai Narasumber di Workshop Basarnas

PELNI berpartisipasi sebagai salah satu narasumber pada Workshop Implementasi dan Rencana Aksi Bersama Keselamatan Pelayaran digelar di Jakarta, Kamis (16/10).

25/09/2025

Customer Appreciation Night 2025, Wujud Terima Kasih PELNI kepada Pelanggan

PELNI menggelar Customer Appreciation Night 2025 pada Kamis (25/9) di Jakarta sebagai wujud apresiasi dan komitmen untuk memperkuat hubungan dengan pelanggan.

17/07/2025

Membangun Lingkungan Kerja Positif Lewat CFO Talks & Seminar RWP PELNI

Kegiatan CFO Talks & Seminar Respectful Workplace Policy yang diadakan PELNI bertujuan untuk membangun kesadaran pegawai akan pentingnya lingkungan kerja yang sehat, inklusif, dan bebas dari budaya toxic.