slider
PT PELNI (PERSERO)

PRESS RELEASE

30/03/2021

Mulai 1 April, PELNI Jadikan GeNose C19 Alternatif Syarat Keberangkatan

Penerapan GeNose C19 sebagai alternatif syarat keberangkatan untuk kapal PELNI. Kebijakan ini akan diberlakukan mulai tanggal 1 April 2021 sesuai SE Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 12 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam

Jakarta, 29 Maret 2021 -- PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero), sebagai perusahaan pelayaran dan logistik maritim mendukung kebijakan penerapan GeNose C19 sebagai alternatif syarat keberangkatan untuk kapal PELNI. Kebijakan ini akan diberlakukan mulai tanggal 1 April 2021 sesuai SE Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 12 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). 

Pjs. Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI Opik Taupik menyampaikan bahwa sesuai aturan tersebut persyaratan untuk pelaku perjalanan transportasi laut adalah menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan dan mengisi e-HAC Indonesia. 

“Untuk pemeriksaan GeNose C19 dilaksanakan di pelabuhan pada hari H keberangkatan. Apabila pada saat tes GeNose C19 di hari H ditemukan hasil positif pada calon penumpang, maka akan dilakukan pemeriksaan rapid test antigen melalui petugas tenaga kesehatan yang berwenang di pelabuhan” terang Opik. 

Sementara itu, apabila hasil rapid test antigen dinyatakan negatif maka penumpang diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanan menggunakan kapal PELNI. “Jika hasil tesnya tetap positif, maka Perusahaan akan mengembalikan atau refund tiket 100 persen untuk calon penumpang tersebut dan refund tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Perusahaan,” tuturnya. 

Secara teknis, pemberlakuan penerapan alternatif GeNose C19 di pelabuhan akan dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama dimulai tanggal 1 April di Pelabuhan Tanjung Priok-Jakarta, Pelabuhan Tanjung Perak-Surabaya, Pelabuhan Belawan-Medan, dan Pelabuhan Soekarno Hatta-Makassar pada rentang waktu April hingga Juni 2021. Selanjutnya tahap kedua adalah pelabuhan kelas 1 pada bulan Juni hingga September 2021, dan tahap ketiga seluruh pelabuhan yang melayani penumpang angkutan laut mulai September 2021. 

“Pelaksanaan alternatif GeNose C19 dilakukan secara bertahap, dan kami berharap di bulan September 2021 seluruh pelabuhan menerapkan uji pemeriksaan GeNose C19,” jelas Opik. 

PT PELNI menghimbau kepada seluruh calon penumpang kapal PELNI yang hendak menggunakan uji pemeriksaan GeNose C19 untuk berpuasa 30 menit sebelum menjalani pemeriksaan. Puasa yang dimaksud adalah tidak boleh makan dan minum, kecuali air mineral, termasuk untuk larangan merokok. 

“Kami juga mengingatkan kepada setiap calon penumpang untuk menjalani aturan tersebut, mengingat alat GeNose C19 ini sensitif terhadap udara dengan bau menyengat seperti parfum, asap rokok, maupun handsanitizer,” tegas Opik. 

Opik menambahkan, sebagai upaya Perusahaan dalam memperkuat penerapan protokol kesehatan di atas kapal PELNI, Perusahaan akan menyediakan sebanyak 26 unit GeNose C19 untuk 26 kapal penumpang bagi kru kapal yang bertugas selama pelayaran. “Setiap kapal akan disediakan satu unit alat GeNose C19 untuk pemeriksaan bagi kru kapal yang bertugas secara rutin guna memastikan kesehatan kru kapal selama melayani pelayaran,” tambah Opik. 

Bagi pelanggan kapal PELNI, untuk pemesanan tiket kapal dapat dilakukan melalui PELNI Mobile Apps dan website resmi Perusahaan www.pelni.co.id. "Kami juga memiliki call center 162 dan layanan melalui WhatssApp di nomor 0811-162-1-162 selama 24 jam untuk memenuhi kebutuhan informasi seluruh pelanggan kapal PELNI," tutup Opik. 

PELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak pada bidang transportasi laut hingga saat ini telah mengoperasikan sebanyak 26 kapal penumpang dan menyinggahi 76 pelabuhan serta melayani 1.058 ruas. 

Selain angkutan penumpang, PELNI juga melayani 45 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di daerah 3TP di mana kapal perintis menyinggahi 285 pelabuhan dengan 3.811 ruas. PELNI juga mengoperasikan sebanyak 16 kapal Rede. Sedangkan pada pelayanan bisnis logistik, kini PELNI mengoperasikan 9 trayek tol laut serta 1 trayek khusus untuk angkutan ternak. 

Berita Lainnya

04/03/2026

PELNI Kerahkan 55 Kapal dan 751 Ribu Tiket untuk Angkutan Lebaran 2026

PT PELNI (Persero) memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi periode Angkutan Lebaran 2026. Periode Angkutan Lebaran PELNI resmi dimulai pada 6 Maret hingga 6 April 2026, dengan proyeksi puncak arus mudik terjadi pada tanggal 18 Maret 2026.

03/03/2026

PELNI Rampungkan Implementasi SisKomKap di 25 Kapal Penumpang

PT PELNI (Persero) telah menyelesaikan pemasangan dan instalasi Sistem Komunikasi Kapal (SisKomKap) terbaru berbasis satelit Low Earth Orbit (LEO) di seluruh 25 armada kapal penumpang PELNI.

27/02/2026

PELNI Bau-Bau Siapkan Layanan Optimal untuk Angkutan Lebaran 2026

PT PELNI (Persero) Cabang Bau-Bau telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna mengantisipasi lonjakan penumpang pada periode Angkutan Lebaran 2026.